Mahasiswa Pascasarjana PAI IAIN Takengon Kembali Gelar Bincang Sejarah Linge dan Masuknya Islam ke Gayo. (Ist)
TAKENGON (GAYOExpost.com)– Menggali lebih dalam sejarah Kerajaan Linge dan masuknya Islam ke Tanah Gayo, mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Agama Islam (PAI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon kembali menggelar diskusi sejarah bersama penulis dan peneliti Yusradi Usman al-Gayoni, Kamis (15/10/2026).
Kegiatan bertajuk Bincang Sejarah Kerajaan Linge dan Masuknya Islam ke Gayo tersebut merupakan lanjutan dari kuliah tamu yang telah dilaksanakan pada Rabu, 7 Oktober 2026 lalu.
Yuli Rahmayanti, mahasiswa S-2 Pendidikan Agama Islam IAIN Takengon, mengatakan diskusi lanjutan ini digelar untuk memberikan kesempatan kepada mahasiswa mendalami berbagai aspek sejarah Linge, Kerajaan Linge, serta proses masuknya Islam ke Gayo.
“Meski berdurasi dua jam, teman-teman Pascasarjana PAI ingin berdiskusi lebih jauh lagi dengan narasumber terkait sejarah Linge, Kerajaan Linge, dan masuknya Islam ke Gayo,” kata Yuli di Takengon, Kamis (15/10/2026).
Ia menjelaskan, kegiatan bagian kedua atau Part 2 ini akan lebih banyak diisi dengan sesi tanya jawab dan diskusi, sehingga mahasiswa memiliki kesempatan lebih luas untuk menggali informasi dan memperdalam pemahaman mengenai sejarah Gayo.
Menurut Yuli, Yusradi Usman al-Gayoni dipilih sebagai narasumber karena dinilai memiliki pemahaman mendalam mengenai Linge, Kerajaan Linge, sejarah masuknya Islam ke Gayo, serta kebudayaan masyarakat Gayo.
“Penjelasannya saat kuliah tamu cukup runut, berisi, mudah dimengerti, penuh data, didukung fakta, dan banyak hal baru serta menarik yang didapat,” tuturnya.
Yusradi Usman al-Gayoni dikenal sebagai penulis, peneliti, editor, pegiat literasi, sekaligus diaspora Indonesia–Inggris yang saat ini berdomisili di London, Inggris. Ia juga dikenal sebagai kolektor buku Gayo terlengkap di Indonesia.
Selain itu, Yusradi pernah berkiprah sebagai akademisi dan terlibat sebagai peneliti di Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yang kini menjadi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), pada 2015.
Pada 2019, ia juga dipercaya menjadi Konsultan Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan (OPK) Pengelolaan dan Pelestarian Warisan Budaya Dataran Tinggi Gayo-Alas yang mencakup Kabupaten Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, dan Bener Meriah, pada Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK).
Yuli yang juga bertindak sebagai moderator menyampaikan, kegiatan Bincang Sejarah bagian kedua tersebut dijadwalkan berlangsung pada Kamis malam, pukul 20.30–22.00 WIB, secara daring melalui aplikasi Zoom.
Adapun akses kegiatan tersebut menggunakan Meeting ID: 857 2818 7017 dan Passcode: 136724.
Kegiatan ini terlaksana melalui kolaborasi mahasiswa Pascasarjana Pendidikan Agama Islam IAIN Takengon, Perpustakaan Gayo, Pusat Kajian Kebudayaan Gayo, dan Yayasan Pasak Reje Linge.
Melalui diskusi ini, mahasiswa diharapkan dapat memperluas wawasan dan memperdalam kajian sejarah Linge, Kerajaan Linge, serta masuknya Islam ke Gayo berdasarkan data dan fakta sejarah.
