Presiden Prabowo Bentuk BPGMN, Perkuat Pencegahan Karhutla dari Desa. ( Sumber Foto Fb. KemensetnegRI)
JAKARTA (GAYOExpost.com)— Presiden Prabowo Subianto memutuskan pembentukan Badan Pengelola Gambut dan Mangrove Nasional (BPGMN) sebagai upaya memperkuat pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), sekaligus meningkatkan pengelolaan ekosistem gambut dan mangrove.
Keputusan tersebut diambil setelah Presiden memimpin diskusi bersama sejumlah akademisi dari berbagai lembaga riset dan perguruan tinggi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (24/09/2026).
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan, BPGMN akan berada langsung di bawah Presiden dan diisi oleh para ilmuwan serta profesional. Badan tersebut juga akan dilengkapi dengan anggaran yang memadai untuk mengedepankan langkah pencegahan yang dinilai lebih efektif dan efisien dibandingkan tindakan reaktif.
Langkah tersebut khususnya diarahkan pada enam provinsi yang rawan gambut, yakni Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan bahwa BRIN akan mendukung peran BPGMN melalui penguatan sistem deteksi dini dan titik panas dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) yang semakin canggih.
Sementara itu, dalam kesempatan terpisah, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto menyampaikan bahwa kehadiran BPGMN didukung pemetaan komprehensif untuk mengidentifikasi karakteristik dan potensi lahan.
Pemetaan tersebut juga mencakup penentuan kawasan yang sesuai untuk budidaya tanaman, perikanan, maupun pemanfaatan lainnya sehingga ke depan lahan gambut di Indonesia dapat dioptimalkan fungsinya.
Sumber Fb. KemensetnegRI
