Berita  

Hampir Dua Bulan Berjuang, Korban Longsor Sanehen Meninggal di Banda Aceh

 

Foto:Almarhum Rosita.Dok Yusradi Usman Al-Gayoni. 

 

TAKENGON (GAYOExpost.com): Kabar duka menyelimuti keluarga besar Empun Piah-Rebiah (EPR). Rosita (Ita) Inen Edi, salah seorang korban bencana longsor di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, mengembuskan napas terakhir di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA), Banda Aceh, Jumat (6/11/2026), sekitar pukul 01.20 WIB dini hari.

Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un. Kepergian almarhumah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar, kerabat, serta orang-orang yang mengenalnya.

Rosita merupakan salah seorang korban longsor yang terjadi di Kampung Sanehen pada 13 September 2026 lalu.

Dalam peristiwa tersebut, almarhumah mengalami luka berat pada kedua kakinya, yakni kaki kanan dan kiri. Setelah kejadian, ia bersama seorang keponakannya menjalani perawatan medis di RSUDZA Banda Aceh.

READ  Bersih-bersih, 60 Warga Tanjung Priok Ikuti Program Padat Karya

“Almarhumah Ita merupakan salah satu korban longsor yang terjadi di Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada 13 September 2026 lalu. Setelah kejadian, Ita yang mengalami luka berat pada kaki kanan dan kiri bersama keponakannya menjalani perawatan di RSUD Zainoel Abidin Banda Aceh,” kata Sastri Dalila, sepupu almarhumah dari keluarga besar Empun Piah-Rebiah, melalui pesan WhatsApp, Jumat (6/11/2026).

Sementara itu, sepupu almarhumah lainnya, Masniar atau Ipak Inen Fahrizi, yang berada di rumah duka, menyampaikan bahwa jenazah Rosita telah dibawa ke Silih Nara.

“Saat ini jenazah almarhumah sudah berada di rumah anaknya yang nomor dua, Ati, di Sagi Indah Wih Bakong, Silih Nara. Insyaallah, almarhumah Ita akan disalatkan selepas salat Jumat di Masjid Sanehen dan selanjutnya dikebumikan di Sanehen,” ungkapnya.

READ  Satgas TMMD ke-126 Wujudkan Kepedulian TNI AD Melalui Pembangunan Rumah Layak Huni

Tinggalkan Lima Anak dan Delapan Cucu
Semasa hidupnya, Rosita merupakan anak sulung dari lima bersaudara, putri pasangan Aman Ita dan Fatimah. Ia memiliki empat saudara, yakni Hasrita, Muslim, Zuraini, Fauzan, dan Fauzi.

Almarhumah meninggalkan lima orang anak, yaitu Edi, Ati, Samiah, Ramlandi, dan Sahlandi, serta delapan orang cucu.

Kepergian Rosita menjadi duka mendalam bagi keluarga besar Empun Piah-Rebiah, terlebih setelah perjuangannya menjalani perawatan medis pascabencana longsor yang menimpanya.

Tragedi Longsor Sanehen
Sebagaimana diketahui, bencana longsor menerjang Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada 13 September 2026.

Peristiwa tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia, yakni Nazila (9), warga Kampung Paya Reje, serta 13 orang lainnya mengalami luka-luka. Dari jumlah korban luka tersebut, enam orang merupakan warga Sanehen dan tujuh lainnya berasal dari luar kampung.

READ  14 Tahun Terbunuhnya Munir, Polri Didesak Bentuk Tim Khusus

Dalam kejadian itu, satu unit rumah milik Aliyah (74) turut tertimbun material longsor.
Saat bencana terjadi, rumah tersebut sedang menjadi tempat berlangsungnya kegiatan arisan keluarga sehingga sejumlah kerabat dari Kampung Paya Reje dan Kampung Bintang berkumpul di lokasi.

Kini, setelah hampir dua bulan menjalani perawatan akibat luka yang dideritanya, Rosita menyusul menjadi bagian dari korban meninggal dunia akibat tragedi longsor tersebut.

Semoga almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, diampuni segala dosa-dosanya, diterima seluruh amal ibadahnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Sumber informasi: Yusradi Usman Al-Gayoni dan keterangan keluarga besar Empun Piah-Rebiah (EPR).