Pacuan Kuda Gayo HUT RI ke-80: Polres Aceh Tengah All Out Jaga Keamanan

Tampak personel di depan tribun. (Dok humas)

 

 

TAKENGON (GAYOExpost.com) – Polres Aceh Tengah menerjunkan puluhan personel setiap harinya untuk mengamankan jalannya Pacuan Kuda Tradisional Gayo dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Republik Indonesia di Lapangan Pacuan Kuda H.M. Hasan Gayo, Kampung Blang Bebangka, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah.

Kapolres Aceh Tengah AKBP Muhamad Taufiq, S.I.K., M.H., menegaskan pengamanan dilakukan secara menyeluruh, baik terbuka maupun tertutup, guna memastikan perhelatan budaya tahunan masyarakat Gayo itu berlangsung aman, tertib, dan lancar.

READ  96 Kios dan Ruko Pasar di Jagong Jeget Aceh Tengah, Ludes Di Lalap Api

“Polres Aceh Tengah menurunkan personel untuk pengamanan kegiatan, mulai dari pengaturan lalu lintas, penjagaan di area lintasan pacuan, hingga patroli di titik-titik rawan. Semua ini demi kenyamanan peserta maupun masyarakat yang hadir,” jelasnya.

Personel juga disebar di pintu masuk arena, tribun penonton, serta jalur akses kendaraan agar tidak terjadi kemacetan dan potensi gangguan keamanan lainnya.

READ  Wujud Kepedulian Babinsa, Koptu Abdi Tunggal Aktif Laksanakan Komsos di Desa Binaan

Tahun ini, pacuan kuda diikuti 218 ekor kuda dari tiga kabupaten: Aceh Tengah (116 ekor), Bener Meriah (83 ekor), dan Gayo Lues (19 ekor). Sebanyak 16 kelas diperlombakan, dengan hari pertama menampilkan delapan race dari kategori Gayo Muda dan E Muda.

Kapolres menambahkan, pacuan kuda merupakan event besar yang selalu menyedot perhatian ribuan masyarakat, sehingga pengamanan maksimal menjadi prioritas utama Polri.

READ  Babinsa Koramil 05/Linge Turun ke Sawah, Bantu Warga Panen Padi di Kute Rayang

“Harapan kami, masyarakat dapat menikmati pacuan kuda dengan nyaman, sambil tetap menjaga keamanan, ketertiban, dan sportivitas,” imbau AKBP Taufiq.

Kegiatan pacuan kuda dijadwalkan berlangsung selama 7 hari, mulai 25 hingga 31 Agustus 2025. Dalam siaran persnya, Kamis (29/8/2025), Kapolres kembali mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama menjaga suasana kondusif agar Pacuan Kuda Tradisional Gayo tetap menjadi kebanggaan dan simbol persatuan masyarakat.

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *