Dari Dataran Tinggi Gayo ke China, Yulisma Bawa Nama Aceh di Forum Pendidikan Asia Tenggara

Foto:Dari Dataran Tinggi Gayo ke China, Yulisma Bawa Nama Aceh di Forum Pendidikan Asia Tenggara. (Yulisma Yanti) 

 

TAKENGON (GAYOExpost.com) — Nama Aceh Tengah kembali hadir di panggung internasional. Kali ini melalui Yulisma Yanti, S.Pd., M.Pd., guru Fisika SMA Negeri 1 Takengon, yang dipercaya menjadi salah satu delegasi Indonesia dalam “Seminar for Education Administrators from Southeast Asia” di China.


Yulisma menjadi satu dari sembilan delegasi terbaik Indonesia yang mengikuti seminar multilateral tersebut. Kegiatan berlangsung 10-23 September 2026, diselenggarakan Pemerintah Republik Rakyat China melalui program CHINA-AID bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) untuk China.

Dalam forum internasional itu, Yulisma bergabung bersama para administrator dan praktisi pendidikan dari sejumlah negara Asia Tenggara, di antaranya Thailand, Laos, Malaysia, Vietnam dan Myanmar.

READ  Jembatan Perintis Garuda Tahap III Baru 36,78 Persen, Akses Warga Linge Masih Tertahan


Kegiatan dipusatkan di CHINA-AID Educational Training and Management Center, International Office, Zhejiang Normal University, Jinhua City, China.
Seminar tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk saling berbagi pengalaman dan praktik baik dalam manajemen serta administrasi pendidikan. Selain itu, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat kerja sama pendidikan dan membangun jaringan antara negara-negara ASEAN dengan China.


Bagi Aceh Tengah, khususnya SMA Negeri 1 Takengon, capaian tersebut menjadi kebanggaan tersendiri. Yulisma tidak hanya hadir sebagai guru dari sebuah sekolah di Takengon, tetapi juga membawa nama Aceh dan Indonesia dalam pertemuan pendidikan lintas negara.

Kepala SMA Negeri 1 Takengon menyampaikan kebanggaannya atas kesempatan yang diperoleh Yulisma.

READ  Remaja 15 Tahun Sempat Pergi dari Rumah di Aceh Tengah Ditemukan Selamat, Polisi Lakukan Pendalaman

“Kami sangat bangga Ibu Yulisma bisa membawa nama Aceh, khususnya Aceh Tengah dan SMAN 1 Takengon di kancah internasional. Ini bukti bahwa kualitas guru kita mampu bersaing di tingkat Asia Tenggara. Semoga ilmu dan pengalaman yang didapat di Zhejiang Normal University bisa ditularkan untuk kemajuan pendidikan di daerah kita,” ujarnya.

Yulisma sendiri menyadari kesempatan tersebut merupakan amanah yang tidak ringan. Ia menegaskan, kehadirannya di China bukan hanya membawa nama pribadi, melainkan juga sekolah, Aceh dan Indonesia.

“Ini adalah amanah besar. Saya tidak hanya membawa nama pribadi dan sekolah, tetapi juga nama Aceh dan Indonesia. Seminar ini menjadi wadah belajar yang luar biasa tentang bagaimana negara-negara tetangga mengelola pendidikan. Banyak best practice yang bisa kita adopsi untuk diterapkan di sekolah-sekolah di Aceh Tengah,” kata Yulisma dari China.melalui pesan Whatsapp nya Minggu (20/9/2026) kepada Gayoexpost

READ  Polres Aceh Tengah Gelar Forum Konsultasi Publik untuk Perkuat Pelayanan dan Zona Integritas


Pengalaman mengikuti forum pendidikan internasional tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi Yulisma untuk berbagi pengetahuan dan praktik baik dengan lingkungan pendidikan di Aceh Tengah.

Lebih dari itu, langkah guru dari Dataran Tinggi Gayo tersebut diharapkan menjadi inspirasi bagi para pendidik lainnya di Aceh untuk terus mengembangkan kompetensi, memperluas jejaring dan membuka peluang untuk tampil di forum pendidikan tingkat internasional.

Dari Takengon menuju China, perjalanan Yulisma menjadi bagian dari cerita bahwa kualitas dan kiprah pendidik dari Dataran Tinggi Gayo dapat hadir di tengah forum pendidikan yang mempertemukan negara-negara Asia Tenggara dan China.