Bukan Sekadar Pelatihan, AdCamp Dorong Pelaku Ekraf Bener Meriah Berani Berinovasi

Foto bersama penutupan Pelatihan, AdCamp Dorong Pelaku Ekraf Bener Meriah (Ist) 

 

REDELONG, GAYOExpost.com – Pelatihan boleh berakhir, tetapi kemampuan dan kreativitas peserta diharapkan terus berkembang. Pesan itu mengemuka saat kegiatan AdCamp: Skill Up Lab Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif resmi ditutup di Kabupaten Bener Meriah, Sabtu (19/9/2026).


Selama dua hari, 18–19 September 2026, sebanyak 50 peserta dari berbagai kalangan, khususnya pelaku ekonomi kreatif bidang periklanan dan produksi konten, mendapat pembekalan mengenai strategi pemasaran, pembuatan konten hingga pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan industri kreatif.

Penutupan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah Sukri Tomtars, SE., M.AP., Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Andy Ruswar, panitia serta seluruh peserta AdCamp: Skill Up Lab.

READ  Diguyur Hujan, Kapolres Bener Meriah Pimpin Sertijab Kabag Ops dan Kasat Intelkam

Kepala Dinas Pariwisata Bener Meriah Sukri Tomtars mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

Menurutnya, kehadiran program pengembangan kapasitas langsung di daerah merupakan sesuatu yang berbeda sekaligus sangat berharga bagi masyarakat.

“Kami mengapresiasi kehadiran tim dari Kementerian Ekonomi Kreatif. Menurut saya, ini merupakan sesuatu yang berbeda dan sangat berharga, karena pelatihan seperti ini dapat dilaksanakan langsung di daerah,” ujar Sukri.

Ia menilai perkembangan teknologi menuntut para pelaku usaha, khususnya generasi muda, memiliki kemampuan dalam memanfaatkan berbagai media untuk mengembangkan usaha.

“Pelatihan ini mengajarkan bagaimana kita memanfaatkan media, mulai dari mempersiapkan usaha, mengemasnya, hingga mempublikasikan produk atau potensi yang kita miliki. Karena itu, generasi muda harus mampu menguasai teknologi dan memiliki kecakapan dalam memanfaatkannya,” katanya.

READ  Kapolres Bener Meriah Cek Pembangunan Polytank Program Bhayangkari Peduli di Samar Kilang

Sukri berharap dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif terhadap daerah dapat terus berlanjut melalui berbagai program pelatihan maupun kegiatan pengembangan kapasitas lainnya.

“Kami berharap ke depan ada dukungan dan kegiatan lanjutan yang bisa dibawa ke daerah, baik dalam bentuk pelatihan maupun kegiatan lainnya. Kami menyadari bahwa kapasitas sumber daya manusia di daerah masih terbatas, sehingga kegiatan seperti ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Ia berharap ilmu yang diperoleh selama pelatihan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha sehingga mampu melahirkan produk dan kreativitas yang memiliki nilai jual.

Sementara itu, Direktur Periklanan Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif Andy Ruswar mengapresiasi antusiasme peserta selama mengikuti AdCamp: Skill Up Lab.
Andy menekankan, materi yang diberikan harus dapat diterapkan dalam praktik, terutama untuk memahami strategi pemasaran, membuat konten dan mengembangkan produk agar mampu menyesuaikan diri dengan kebutuhan industri kreatif.

READ  Isu Hoaks BBM Picu Antrean di Bener Meriah, Ketua DPRK Minta Warga Tak Panik

Menurut Andy, ada tiga hal penting yang harus menjadi perhatian pelaku ekonomi kreatif, yakni inovasi, adaptasi dan kolaborasi.

Pelaku ekonomi kreatif, kata Andy, harus terus berlatih sekaligus jeli melihat peluang kerja sama. Konten kreator, misalnya, dapat berkolaborasi dengan pelaku usaha yang memiliki produk untuk membantu mempromosikannya melalui media digital.

Andy berharap berakhirnya pelatihan bukan menjadi akhir dari proses belajar peserta. Sebaliknya, pengetahuan yang diperoleh harus terus diasah melalui praktik dan pengembangan kemampuan.

AdCamp: Skill Up Lab di Bener Meriah diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan kapasitas pelaku ekonomi kreatif, khususnya di bidang periklanan, pemasaran dan produksi konten, sekaligus memperkuat promosi potensi serta produk lokal daerah.