Tampak Grend opening Temas Coffe dihari Asisten III,Kepalada Bappeda Kepala Dinas Pariwisata dan Tamu undangan lainnya. (Redaksi)
TAKENGON (GayoExpost.com) — Menikmati kopi Gayo sambil merasakan kesejukan alam menjadi pengalaman baru bagi wisatawan di Aceh Tengah. Temas Coffee resmi dibuka di kawasan Temas River Park, Kampung Uning, Kecamatan Lut Tawar, Rabu (26/8/2026).

Berada di kawasan yang masih asri dengan aliran sungai jernih dan bebatuan alami, Temas Coffee menawarkan konsep wisata kuliner yang dipadukan dengan wisata petualangan, khususnya arung jeram.
Tempat tersebut tidak hanya menyediakan kopi dan sanger, tetapi juga berbagai pilihan makanan seperti nasi, nasi goreng, steak, stick, mi dan bakso. Harga yang ditawarkan mulai sekitar Rp25 ribu sehingga dapat dinikmati berbagai kalangan.


Owner Temas Coffee, Meriza Akbar, mengatakan usaha tersebut hadir melalui kolaborasi dengan Koperasi Jasa Syariah Wisata Alam Gayo untuk memperkuat pilihan wisata kuliner di dataran tinggi Gayo.
“Alhamdulillah hari ini merupakan hari pertama kita membuka Temas Coffee di sini. Sebelumnya saya membuka usaha di Banda Aceh, dan sekarang berkolaborasi dengan Koperasi Jasa Syariah Wisata Alam Gayo,” kata Meriza.
Ia menyebutkan, kawasan tersebut sebelumnya lebih dikenal dengan aktivitas arung jeram. Kini wisatawan dapat menikmati kuliner bersama keluarga dalam satu kawasan.
“Selain kopi, kita unggulkan sanger dan berbagai minuman. Untuk makanan juga tersedia nasi, nasi goreng, steak, stick, mi, bakso dan masih banyak lainnya,” ujarnya.
Ke depan, Temas Coffee juga akan mengembangkan sejumlah menu serta wahana pendukung wisata, termasuk camping dan aktivitas adventure.
Meriza berharap kehadiran Temas Coffee dapat menarik wisatawan lokal maupun luar daerah sekaligus membantu menggairahkan kembali sektor pariwisata Aceh Tengah setelah bencana yang terjadi tahun sebelumnya.
“Kita ingin menggenjot kembali wisatawan setelah bencana tahun lalu. Untuk karyawan, 90 persen merupakan tenaga lokal dan 10 persen dari luar untuk training. Harapannya juga bisa menambah lapangan pekerjaan,” katanya.
Sementara itu, Bupati Aceh Tengah melalui Asisten III, Alam Suhada, mengapresiasi kehadiran Temas Coffee yang dinilai mampu memperkuat ekosistem pariwisata di kawasan tersebut.
Menurutnya, Temas Coffee tidak sekadar menjadi tempat menikmati kopi dan makanan, tetapi juga menjadi fasilitas pendukung bagi wisata arung jeram yang dikelola Koperasi Wisata Alam Gayo.
“Kehadiran Temas Coffee memiliki peran yang lebih luas, yaitu sebagai tempat menikmati kopi dan kuliner sekaligus fasilitas penunjang kegiatan wisata arung jeram,” kata Alam.
Ia menilai konsep integrasi antara arung jeram, kopi Gayo, kuliner dan keindahan alam merupakan langkah yang tepat dalam meningkatkan daya tarik wisata Aceh Tengah.
“Pengembangan pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan keindahan destinasi. Fasilitas pendukung, pelayanan, aksesibilitas dan kreativitas pengelola juga penting untuk meningkatkan daya saing pariwisata,” ujarnya.
Pemerintah Aceh Tengah, katanya, terus mendorong agar berbagai potensi wisata dikemas menjadi pengalaman yang lebih lengkap bagi wisatawan. Dengan semakin banyak aktivitas yang tersedia, diharapkan lama tinggal wisatawan di Aceh Tengah ikut meningkat.
Alam juga berharap Temas Coffee menjaga kualitas pelayanan, kebersihan, keamanan dan kenyamanan serta mengutamakan produk lokal, terutama kopi Gayo dan produk UMKM Aceh Tengah.
“Kepada pengelola Temas Coffee, saya ucapkan selamat atas diresmikannya Temas Coffee. Semoga kehadirannya dapat memperkuat fasilitas arung jeram,” katanya.
Kepala Bappeda Aceh Tengah, Jumadil Enka, menambahkan Temas River Park menjadi salah satu upaya menghadirkan destinasi wisata baru dengan memanfaatkan potensi alam di sekitar Sungai Peusangan.
Menurut Jumadil, keberadaan Temas Coffee yang berada di tepian sungai dan berdampingan dengan kawasan arung jeram memberikan karakter tersendiri dibandingkan destinasi lainnya.
“Ini merupakan salah satu upaya pengembangan destinasi wisata. Lokasi ini didukung potensi alam, berada di bibir Peusangan dan disandingkan dengan arung jeram. Ini menjadi destinasi wisata baru di Aceh Tengah,” katanya.
Jumadil berharap pengelolaan kawasan tersebut terus dikembangkan, termasuk kemungkinan menghadirkan akomodasi dan penginapan.
Ia menilai pengembangan destinasi wisata tersebut tidak hanya berdampak terhadap sektor pariwisata, tetapi juga berpotensi membuka lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapatan masyarakat serta memberikan kontribusi terhadap pendapatan daerah.
“Kita berharap pengelola objek wisata terus berinovasi dalam meningkatkan pendapatan usaha dan ke depan dapat memberikan kontribusi terhadap daerah dari sektor pariwisata,” tutup Jumadil.
