Dua Kali Dibobol, Rumah Dinas Penjaga SDN 4 Kute Panang Kembali Kemalingan

1-3840x2160-4-0-{Kute Panang:w}-0-24#

Dua Kali Dibobol, Rumah Dinas Penjaga SDN 4 Kute Panang Kembali Kemalingan. (Is) 

 

TAKENGON (GAYOExpost.com): Aksi pencurian kembali terjadi di rumah dinas penjaga SD Negeri 4 Kute Panang, Kabupaten Aceh Tengah. Rumah yang ditempati penjaga sekolah tersebut sudah dua kali dibobol dalam kurun waktu sekitar satu bulan.

1-3840×2160-4-0-{Kute PanangDw}-0-24#

Terakhir, pencuri beraksi pada Sabtu (22/8/2026) malam dengan cara mencongkel pintu belakang menggunakan linggis. Akibatnya, satu unit laptop Asus milik pribadi penjaga sekolah raib dengan kerugian ditaksir sekitar Rp4,5 juta.

READ  Meriah! Ibu-Ibu di Lukup Sabun Adu Cepat Parut Kelapa, Babinsa Ikut Dampingi

1-3840×2160-4-0-{Kute Panang;w}-0-24#

Penjaga sekolah, Fikri, mengatakan kejadian tersebut baru diketahui setelah dirinya pulang dari rumah saudaranya di Kampung Lukup Sabun Tengah.
“Saat kejadian saya sedang berada di rumah saudara karena ada rapat saudara. Ketika pulang, saya melihat rumah sudah dibongkar,” ungkap Fikri kepada GayoExpost.com, Kamis (27/8/2026).

READ  IKA SMA Negeri 1 Takengon Gelar Diskusi Kuliah ke Turki, Buka Peluang Beasiswa bagi Alumni 2026

Fikri menyebut aksi pencurian bukan kali pertama terjadi. Sekitar sebulan sebelumnya, rumah yang sama juga dibobol dan uang tunai sekitar Rp1 juta miliknya hilang.

“Yang pertama uang sekitar satu jutaan diambil. Sekarang terulang lagi, laptop Asus milik pribadi saya yang hilang,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga di sekitar lingkungan sekolah, agar lebih waspada dan menyimpan barang-barang berharga di tempat yang aman.

Kepala SDN 4 Kute Panang, Arwansyah, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, rumah tersebut merupakan rumah dinas penjaga sekolah, sedangkan barang yang hilang merupakan milik pribadi penjaga.

READ  Babinsa Silih Nara Ikut Rewang Siapkan Hajatan, Wujud Nyata Kedekatan TNI dan Rakyat

“Iya benar. Kejadiannya sudah beberapa hari lalu. Bulan lalu uang sekitar satu juta hilang, kemudian sekarang kembali terjadi,” kata Arwansyah.
Arawansyah mengaku khawatir jika aksi pencurian terus berulang akan semakin banyak barang yang hilang dan menimbulkan kerugian bagi penjaga sekolah.

“Kita berharap tidak terulang lagi. Kasihan penjaga sekolah, beliau bertugas menjaga sekolah. Mudah-mudahan keamanan di sekitar sekolah juga semakin diperhatikan,” ujarnya.