Bunda Literasi Subulussalam Launching Gerakan Wajib Membaca 30 Menit Sehari di Desa Lae Ikan. (Ist)
SUBULUSSALAM, (GAYOExpost.com)– Semangat literasi kembali digaungkan di Kota Subulussalam. Gerakan _Wajib Membaca 30 Menit Sehari_ resmi diluncurkan di Desa Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, pada Jumat, 31 Juli 2026.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah kota dalam meningkatkan minat baca dan membangun budaya literasi sejak usia dini di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri langsung oleh Hj. Yarnida Zai selaku Bunda Literasi Kota Subulussalam sekaligus Ibu Walikota, Yusmaniar, S.P selaku Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Subulussalam, Cari Dengan Bancin, SE selaku Camat Penanggalan, H. Budi Karmantrioni, SH selaku Pj. Kepala Kampong Lae Ikan beserta perangkat kampong, Ketua PKK Kecamatan Penanggalan, Ketua PKK Desa Lae Ikan, para Kepala Sekolah TK, SD, SMP se-Desa Lae Ikan, serta seluruh siswa-siswi dari jenjang TK hingga SMP.
Pantauan di lokasi, spanduk besar bertuliskan _“Selamat & Sukses Launching Wajib Membaca 30 Menit Sehari di Kota Subulussalam Bagi Anak Sekolah”_ menghiasi area kegiatan. Kegiatan ini juga mendapat dukungan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Rangkaian Acara Edukatif
Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan dengan pembacaan Ayat Suci Al-Qur’an dan menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya.
Sambutan disampaikan oleh *Nazarmi* selaku Kepala SDN Lae Ikan. Puncak acara adalah arahan, bimbingan, sekaligus _launching_ resmi gerakan membaca oleh Bunda Literasi Kota Subulussalam, Hj. Yarnida Zai.
Usai prosesi _launching_, seluruh undangan dan anak-anak yang hadir secara serentak melaksanakan kegiatan membaca buku selama 30 menit. Suasana hening dan penuh konsentrasi mewarnai momen tersebut sebagai wujud komitmen bersama terhadap gerakan literasi.
Untuk menambah semangat, acara dilanjutkan dengan sesi kuis interaktif dari Bunda Literasi. Para peserta ditantang untuk menceritakan kembali _hasil bacaannya_. Kegiatan ditutup dengan doa bersama.
Harapan Bunda Literasi
Dalam arahannya, Hj. Yarnida Zai menekankan pentingnya membudayakan membaca sejak dini.
“30 menit sehari mungkin terlihat singkat, tapi jika dilakukan secara konsisten akan melahirkan generasi Lae Ikan yang cerdas, berkarakter, dan berwawasan luas,” ujarnya.
Beliau berharap gerakan ini tidak berhenti pada acara _launching_ saja, melainkan dapat menjadi kebiasaan harian baik di sekolah maupun di rumah.
Dengan dilaunchingkannya program ini, Desa Lae Ikan diharapkan menjadi salah satu desa perintis penggerak literasi di Kota Subulussalam.
Pewarta: Joni Bancin
