“Tak Ada Air Bersih”LSM Pukes Desak Evaluasi Huntara Kute Kering

Foto:Huntara di Kute Kering Bener Meriah. (Ist) 

 

REDELONG (GAYOExpost.com)- Koordinator LSM Pukes, Suwandris Zetha, mengungkapkan bahwa korban banjir bandang yang menempati Hunian Sementara (Huntara) di Kampung Kute Kering, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah, tidak mendapatkan pasokan air bersih.

Kata dia, kondisi itu terjadi sejak kemarin, Rabu, 25 Maret 2026, ketika sejumlah penghuni Huntara tersebut terpaksa mengambil air bersih ke salah satu meunasah Kute Kering menggunakan timba dan ember.

READ  Rampungkan Pekerjaan, Satgas TMMD Ke 126, Langsir Material Di Musim Penghujan

“Bahkan untuk mencuci pakaian, para korban banjir bandang ini terpaksa menggunakan air parit yang berada di lingkungan Huntara tersebut, ini sangat miris,” kata Zetha , Kamis, 26 Maret 2026.

Dia menilai, pemerintah telah lalai dalam memenuhi hak korban banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi pada akhir November 2026 lalu, khususnya di Huntara Kute Kering.

READ  Dorong Perekonomian Warga, Satgas TMMD Ke 126, Manfaatkan Waktu Libur Bantu Petani

“Jelas mereka (pemerintah) telah lalai dengan tidak memenuhi hak para korban, salah satunya air bersih. Karena air merupakan kebutuhan utama selain sandang dan pangan,” ucapnya.

Oleh karena itu, Zetha mendesak Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) segera mengevaluasi konstruksi bangunan Huntara bantuan pemerintah pusat tersebut.

“Harus dievaluasi, apakah telah sesuai RAB dan spesifikasi serta lingkungan. Mirisnya lagi, jika hujan, dinding bangunan basah terkena air. Belum lagi, belakangan ada laporan atap Huntara bocor,” ungkapnya.

READ  Banjir Hadiah dan Takjil, KP2KP Rimba Raya Ajak Wajib Pajak Lapor SPT di “Ngabuburit Spectaxcular 2026”

Zetha tidak menginginkan pembangunan Huntara Kute Kering dibangun asal jadi dengan menguntungkan sebelah pihak hingga merugikan korban bencana yang telah kehilangan tempat tinggal.

“Hak-hak korban harus terpenuhi, salah satunya air bersih. Kasihan mereka, rumah sudah rusak, sebagian mata pencaharian mereka sudah hilang. Namun hari ini, apakah hak mereka dihilangkan juga?” tanya dia.