Foto bersama,Perkuat Koordinasi Penegakan Hukum, Kejari Subulussalam dan PN Singkil Gelar Tenis Persahabatan. (Ist)
Subulussalam (GAYOExpost.com) – Aparat Penegak Hukum (APH) di wilayah Subulussalam dan Aceh Singkil menempuh jalur diplomasi olahraga untuk memperkuat sinergi dan koordinasi dalam penegakan hukum. Kejaksaan Negeri Subulussalam dan Pengadilan Negeri Singkil menggelar pertandingan tenis persahabatan sebagai upaya mencairkan sekat birokrasi antar-institusi.

Kegiatan yang berlangsung di Lapangan Tenis Pengadilan Negeri Singkil, Sabtu (18/7/2026), diinisiasi langsung oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Subulussalam, Andie Saputra, S.H. Langkah ini bertujuan membangun komunikasi informal yang lebih solid di luar forum resmi persidangan.
Pertemuan lintas lembaga ini dihadiri Ketua Pengadilan Negeri Singkil beserta para hakim dan panitera. Dari pihak Kejaksaan, Kajari Andie Saputra, S.H. turut membawa para Kepala Seksi hingga Jaksa Fungsional dalam suasana penuh keakraban.
Momentum olahraga ini tidak hanya menjadi ajang menjaga kebugaran. Kajari Subulussalam juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk memperkenalkan Jaksa Fungsional baru yang baru saja menyelesaikan Pendidikan dan Pelatihan Pembentukan Jaksa (PPPJ) kepada jajaran hakim PN Singkil.
“Olahraga bersama ini kami jadikan ruang untuk memperkenalkan para jaksa muda yang baru selesai diklat kepada rekan-rekan hakim di Pengadilan Negeri Singkil. Melalui interaksi santai seperti ini, proses adaptasi dan koordinasi dalam penanganan perkara ke depan diharapkan akan berjalan lebih luwes,” ujar Andie Saputra, S.H. di sela kegiatan.
Hubungan kerja antara jaksa sebagai penuntut umum dan hakim sebagai pemutus perkara selama ini kerap berjalan sangat formal. Melalui pertukaran bola di lapangan tenis, kedua institusi penegak hukum ini berupaya meruntuhkan kekakuan komunikasi demi mewujudkan pelayanan hukum yang lebih optimal kepada masyarakat.
Rangkaian kegiatan diawali dengan sarapan bersama yang berlangsung hangat. Di lapangan, terlihat tawa, semangat sportivitas, dan kekompakan tinggi dari seluruh peserta. Pendekatan humanis seperti ini dinilai mampu mereduksi ketegangan psikologis para Aparatur Sipil Negara yang sehari-hari berkutat dengan berkas perkara.
Sinergi yang kokoh mulai dari tingkat pimpinan hingga jajaran staf diyakini akan berdampak positif terhadap integritas penegakan hukum. Dengan saling mengenal secara personal di luar kedinasan, potensi miskomunikasi dalam proses administrasi peradilan formal dapat diminimalisir sejak dini.
Melalui pendekatan yang dipelopori Andie Saputra, S.H. ini, publik berharap profesionalisme penegakan hukum di wilayah Subulussalam dan Singkil tetap terjaga, tanpa kehilangan sisi humanisnya. Dengan begitu, kepercayaan masyarakat terhadap institusi peradilan diharapkan terus meningkat.
Pewarta : Joni Bancin
