Mahasiswa UIN Ar-Raniry: Konser HUT Bhayangkara Selaras Syariat dan Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Foto:Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ahli Ikhwanta K. (Ist)

 

BANDA ACEH (GAYOExpost.com) – Mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum UIN Ar-Raniry Banda Aceh, Ahli Ikhwanta K, menilai penyelenggaraan konser dalam rangka Hari Bhayangkara di Mapolda Aceh tidak bertentangan dengan syariat Islam yang berlaku di Aceh. Menurutnya, kegiatan tersebut tetap memperhatikan norma agama, adat istiadat, serta kearifan lokal yang menjadi pedoman masyarakat Aceh.

Ahli mengatakan, peringatan Hari Bhayangkara menjadi momentum penting bagi Polda Aceh untuk mempererat hubungan dengan masyarakat melalui pendekatan yang humanis dan terbuka. Kegiatan tersebut dinilai sebagai bentuk kehadiran Polri di tengah masyarakat guna membangun komunikasi yang harmonis, meningkatkan rasa aman, serta memperkuat kepercayaan publik.

READ  TMMD Kodim 0106/Aceh Tengah Dorong Pemerataan Pembangunan di Pedesaan

“Konser HUT Bhayangkara di Mapolda Aceh tidak dapat serta-merta dinilai bertentangan dengan syariat Islam. Panitia telah memperhatikan berbagai aspek yang berkaitan dengan norma agama dan budaya Aceh, termasuk pemisahan area laki-laki dan perempuan mulai dari pintu masuk hingga lokasi penonton,” ujar Ahli.

Ia menjelaskan, syariat Islam tidak hanya dipahami secara tekstual, tetapi juga harus dilihat dari tujuan dan substansi kegiatan yang dilaksanakan. Selama tidak mengandung unsur yang bertentangan dengan ajaran Islam serta tetap menjaga kesopanan, ketertiban, dan kemaslahatan masyarakat, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang interaksi sosial yang positif.

READ  Satgas TMMD Ke- 126 Melaksanakan Pendampingan Posyandu Dan Pencegahan Stunting

Menurutnya, Polri tidak hanya berperan sebagai penegak hukum, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial untuk membangun kedekatan dengan masyarakat. Karena itu, kegiatan yang melibatkan partisipasi publik secara langsung patut diapresiasi selama dilaksanakan sesuai aturan yang berlaku.

Ahli juga mengapresiasi kebijakan Kapolda Aceh, Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah, yang menggelar rangkaian kegiatan HUT Bhayangkara di lingkungan Mapolda Aceh.

“Kebijakan ini menunjukkan wajah Polri yang lebih humanis, terbuka, dan dekat dengan masyarakat. Ini menjadi pesan bahwa kantor kepolisian bukanlah tempat yang menakutkan, melainkan institusi yang hadir untuk melayani, melindungi, dan mengayomi masyarakat,” katanya.

READ  Jalur Padat, Wisata Ramai! Polisi Maksimalkan Pengamanan di Aceh Tengah

Lebih lanjut, ia menilai kegiatan tersebut menjadi sarana efektif dalam memperkuat hubungan antara masyarakat dan kepolisian. Kehadiran masyarakat dalam perayaan HUT Bhayangkara menunjukkan semakin terbukanya ruang interaksi dan komunikasi antara Polri dan warga.

Ahli menambahkan, Aceh membutuhkan suasana yang aman, damai, dan kondusif agar masyarakat dapat menjalankan aktivitas sosial, ekonomi, pendidikan, maupun ibadah dengan nyaman. Karena itu, sinergi antara masyarakat dan aparat keamanan perlu terus diperkuat.

“Melalui kegiatan seperti ini, masyarakat dapat melihat secara langsung bahwa Polri hadir bersama mereka. Kedekatan emosional antara masyarakat dan kepolisian akan menumbuhkan rasa saling percaya, sehingga berbagai persoalan sosial dan keamanan dapat diselesaikan melalui kerja sama yang baik,” tutupnya.

 

Andika.