Lansia 68 Tahun Meninggal di Kebun Kopi Bener Meriah, Polisi Pastikan Bukan Korban Tindak Kriminal

Lansia 68 Tahun Meninggal di Kebun Kopi Bener Meriah, Polisi Pastikan Bukan Korban Tindak Kriminal. (Ist) 

REDELONG (GAYOExpost.com)- Seorang pria lanjut usia bernama Rasimin (68), warga Kampung Simpang Utama, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah, ditemukan meninggal dunia di area kebun kopi milik Balai Penelitian dan Pengkajian Teknologi Pertanian, Selasa (17/2/2026).

Korban pertama kali ditemukan oleh M. Nurdin, seorang pegawai negeri sipil di BPTP yang turut mengelola kebun tersebut. Sekitar pukul 13.30 WIB, ia datang untuk mengantarkan makan siang kepada Rasimin yang bekerja sebagai buruh petik kopi.

READ  Lagi-Lagi Penemuan Mayat,Petani di Kampung Mekar Jadi Ayu, Bener Meriah, Polisi Olah TKP

Karena panggilannya tak kunjung dijawab, Nurdin merasa ada yang tidak beres. Ia kemudian menyusuri area kebun dan mendapati Rasimin sudah terbaring telungkup di tanah tanpa tanda-tanda kehidupan.

“Waktu dipanggil-panggil tidak menyahut, lalu saudara Nurdin mencari ke dalam kebun kopi dan melihat saudara Rasimin sudah dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Kapolsek Bandar.

READ  Warga Gotong Royong, Jembatan Putus Uning Baru Kini Bisa Dilalui

Peristiwa tersebut segera dilaporkan kepada keluarga korban, aparat Kampung Pondok Gajah, serta pihak kepolisian. Personel dari Polsek Bandar langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan.

Kapolres melalui Kapolsek Bandar, Ipda Dede Moerdhany, menerangkan bahwa hasil pemeriksaan medis awal oleh petugas Puskesmas Bandar tidak menemukan adanya bekas kekerasan atau indikasi perbuatan kriminal pada tubuh korban.

READ  TMMD Kodim 0119/Bener Meriah Buka Jalan di Pelosok, Warga Antusias Sambut Perubahan

“Hasil pemeriksaan tidak ditemukan bekas penganiayaan ataupun tanda-tanda kejahatan lainnya,” jelasnya.

Lebih lanjut, keluarga menerima kejadian tersebut dengan lapang dada serta menolak proses otopsi. Mereka juga menyampaikan bahwa almarhum selama ini kerap mengalami gangguan kesehatan dan faktor usia lanjut.

“Pihak keluarga tidak menuntut siapa pun dan menyatakan ikhlas atas kejadian ini,” pungkasnya.