Bantaran Sungai Dihantam Banjir dan Longsor, Korhudas Kembali Hijaukan Hulu Peusangan

Korhudas Peusangan menanam pohon aren seluas 2 hektare. (Ist) 

 

TAKENGON (GAYOExpost.com)— Relawan Hulu DAS Peusangan (Korhudas Peusangan) melakukan aksi konservasi dengan menanam pohon aren seluas 2 hektare di bantaran Sungai Uning Pegantungen hingga Sungai Lukup Badak, Kecamatan Pegasing, Kabupaten Aceh Tengah, Jumat (12/9/2026).

Aksi tersebut melibatkan pelajar, pegiat lingkungan, serta para relawan sebagai langkah nyata memulihkan daerah aliran sungai (DAS) Peusangan.

Kegiatan ini terlaksana setelah Korhudas Peusangan mendapatkan hibah (small grants) dari Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup (BPDLH) melalui Layanan Dana Masyarakat FOLU Net Sink 2030 yang didukung Kementerian Kehutanan (Kemenhut).

READ  Pemkab,Gelar Rakor “Aceh Tengah Bersih”, Kawal Gotong Royong hingga Kampung Melalui Aplikasi Terintegrasi

Penanaman tersebut sempat tertunda pada 2025 akibat bencana banjir dan longsor yang terjadi pada akhir November 2025.

Pohon aren (Arenga pinnata) dipilih karena memiliki sistem perakaran yang kuat dan dalam, sehingga dinilai efektif membantu mengikat struktur tanah di sempadan sungai, mencegah abrasi, serta menjaga ketersediaan cadangan air tanah di wilayah hulu.

Kawasan tersebut juga tidak jauh dari Danau Laut Tawar yang merupakan hulu DAS Peusangan dan mengaliri lima kabupaten/kota di Aceh.

Koordinator Korhudas Peusangan, Iwan Bahagia, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk kontribusi nyata masyarakat akar rumput dalam mendukung agenda nasional penurunan emisi gas rumah kaca.

READ  Progres Pembangunan MCK TMMD di Arul Gele Tembus 75 Persen, Warga Apresiasi Kerja TNI

“Aksi penanaman ratusan pohon aren ini selaras dengan tujuan program Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPDLH), khususnya dalam menyukseskan target Forestry and Other Land Use (FOLU) Net Sink 2026. Melalui pemulihan ekosistem di hulu DAS Peusangan, kita tidak hanya menjaga kelestarian lingkungan dan mencegah erosi, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam aksi iklim nasional,” ujar Iwan Bahagia.

Menurutnya, bantaran DAS Peusangan nyaris seratus persen terdampak banjir dan longsor pada tahun lalu. Karena itu, penanaman pohon menjadi salah satu upaya pemulihan ekosistem sekaligus menghijaukan kembali bantaran sungai.
Iwan menambahkan, pemilihan pohon aren juga memberikan nilai tambah jangka panjang bagi perekonomian masyarakat sekitar. Selain berfungsi secara ekologis sebagai pelindung DAS, aren nantinya dapat dimanfaatkan hasil hutannya oleh warga, mulai dari nira hingga buahnya, tanpa harus merusak tegakan pohon.

READ  Ekstasi Masuk Aceh Tengah, Polisi Bongkar Jejak hingga Jermal XV Medan

Ia berharap aksi kolaboratif tersebut dapat meningkatkan kesadaran kolektif masyarakat mengenai pentingnya menjaga ekosistem hulu sungai.

“Penanaman ini diharapkan menjadi agenda berkelanjutan yang melibatkan lebih banyak pihak demi tercetaknya lanskap DAS Peusangan yang lestari, tangguh terhadap bencana, dan mendukung kesejahteraan masyarakat,” demikian Iwan.