GMNI Aceh Tengah Mengajak Masyarakat Laporkan Praktik Perjudian dan Pungli di Pacuan Kuda Takengon

Dok. Sarinah MYKA GMNI Aceh Tengah.

 

TAKENGON (GAYOExpost.com) – Aktivis Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Aceh Tengah menyerukan kepada seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif dalam memberantas praktik perjudian dan pungutan liar (pungli) yang disinyalir marak terjadi di arena pacuan kuda HM Hasan Gayo, Takengon.

Seruan ini disampaikan langsung oleh aktivis GMNI Aceh Tengah, melalui Satria Darmawan dalam siaran persnya.Senin (25/8/25).Myka Alfaresy, respons keresahan publik terkait kegiatan ilegal yang mencoreng citra event budaya lokal tersebut.

READ  Hari Pertama Ramadhan, Jamaah Padati Masjid Agung Ruhama Takengon Meski Hujan Deras

Kami GMNI Aceh Tengah, dengan tegas meminta seluruh masyarakat, khususnya warga Takengon, untuk tidak tinggal diam, ujar Myka Alfaresy. Jika menemukan adanya praktik perjudian atau pungli dalam bentuk apapun di arena pacuan kuda, segera ambil tindakan. Dokumentasikan dengan foto atau video, dan laporkan langsung kepada pihak berwajib.

READ  Rekrutmen Polri 2026 di Aceh Tengah Dibuka, 41 Pendaftar Tercatat

Myka Alfaresy juga menegaskan pentingnya keberanian masyarakat dalam melaporkan praktik ilegal tersebut. Ia meyakini bahwa partisipasi aktif dari masyarakat akan sangat membantu aparat penegak hukum.

Masyarakat tidak perlu takut. Identitas pelapor akan dilindungi, kata Myka. Kami siap mendukung dan mengawal setiap laporan yang masuk. Kami ingin memastikan arena pacuan kuda kembali bersih dan menjadi kebanggaan kita semua.

READ  Oknum Tenaga Kesehatan Yang Sempat Viral Joget di Ruang Operasi, Dikembalikan Ke BKPSDM Untuk Pembinaan

Pihaknya berharap, dengan adanya gerakan ini, pemerintah daerah dan aparat keamanan dapat lebih serius dalam melakukan pengawasan dan penindakan.

Ini adalah tanggung jawab kita bersama. GMNI akan terus mengawal isu ini dan memastikan aspirasi masyarakat didengar. Mari kita wujudkan pacuan kuda HM Hasan Gayo sebagai arena yang bersih, jujur, dan bermartabat, tutup Myka dengan nada tegas.

 

REDAKSI

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *