Tangis Haru Sambut Kepulangan Al Muttakim, Pekerja Migran Asal Gayo dari Kamboja

Foto:sambutan Al Mutatkim (Sumber Yusradi)

TAKENGON (GAYOExpost.com) – Suasana haru menyelimuti Terminal Terpadu Paya Ilang, Takengon, Selasa pagi (12/8/2025). Isak tangis keluarga pecah saat menyambut kedatangan Al Muttakim, Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kampung Asir Asir, Kecamatan Lut Tawar, Kabupaten Aceh Tengah, yang akhirnya pulang ke tanah kelahirannya setelah perjalanan panjang dari negeri orang.

Melalui pesan WhatsAppnya Yusradi  al-Gayoni dari London, kepada GayoExpost. Mengatakan.

“Alhamdulillah, Al Muttakim sudah sampai Takengon. Syukur yang tak terhingga, perjalanan panjang dan melelahkan dari Phnom Penh–Kuala Lumpur–Kuala Namu hingga ke Takengon berjalan lancar,” ungkap Irliandi Amri, paman sekaligus kerabat dari pihak ibu Al Muttakim, sambil menahan haru.

READ  Satgas TMMD Kodim 0106 Aceh Tengah Wujudkan Akses Air Bersih di Desa Bukit Sari

Irliandi menuturkan, kepulangan ini bukanlah hal yang mudah. Ada peran besar dari banyak pihak yang bahu-membahu, mulai dari KBRI Kamboja, Diaspora Indonesia-Inggris, komunitas Diaspora Gayo Dunia yang digerakkan Yusradi Usman al-Gayoni, para donatur, hingga Baitul Mal Aceh Tengah yang turut membantu biaya kepulangan sebesar Rp10 juta. Dukungan juga datang dari Camat Lut Tawar, Kepala Desa Asir Asir, serta media yang konsisten mengabarkan proses kepulangan para pekerja migran asal Gayo.

READ  Pengerjaan Jembatan TMMD ke-126 di Aceh Tengah Capai 50 Persen, Bukti Nyata Dedikasi TNI untuk Rakyat

“Mewakili keluarga, kami ucapkan terima kasih sedalam-dalamnya. Tanpa doa dan bantuan semua pihak, keponakan kami mungkin belum bisa kembali ke pangkuan keluarga secepat ini,” kata Irliandi dengan mata berkaca-kaca.

Sementara itu, Yusradi Usman al-Gayoni mengaku bersyukur kepada Allah SWT atas lancarnya proses pemulangan Al Muttakim, Muhammad Fahmi (asal Simpang Teritit, Bener Meriah), dan Tanwir Ayubi dari Kamboja. Ia menceritakan bagaimana penggalangan dana eteng-eteng iyak yang digerakkan sejak 29 Juli 2025 berhasil mengumpulkan Rp6,9 juta dari 11 donatur di dalam dan luar negeri, sebagian besar untuk membantu kepulangan Muhammad Fahmi.

READ  TNI dan Rakyat Menyatu, Satgas TMMD Kodim 0106 Gelar Komsos di Tengah Kesibukan Pembangunan

“Perjalanan mereka tidak mudah, apalagi situasi di Kamboja–Thailand sempat memanas karena konflik. Kami harus memikirkan konsumsi, transportasi, pengurusan SPLP di KBRI, hingga keamanan mereka. Alhamdulillah, semua berjalan baik berkat kebersamaan dan keikhlasan banyak orang,” ujar Yusradi.

Kini, Al Muttakim sudah kembali menghirup udara sejuk Takengon, disambut pelukan hangat keluarga yang telah lama merindukannya. Senyum bahagia pun menghapus segala lelah, meninggalkan kenangan perjuangan panjang yang akan selalu diingat sebagai bukti kekuatan doa, persaudaraan, dan rasa kemanusiaan.

REDAKSI

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *