Tampak Bupati dan Wakil Bupati menyerahkan bantuan dana kepada Korban bencana.(Redaksi)
REDELONG (GAYOExpost.com)-Sebanyak 194 rumah rusak ringan dan rusak berat telah menerima bantuan rehabilitasi dan perbaikan yang langsung diserahkan oleh Bupati Tagore Abubakar bersama Wakil Bupati Armia.

Masing-masing penerima rumah rusak ringan mendapatkan Rp15 juta dan rusak berat Rp30 juta.
Acara tersebut berlangsung di Pendopo Bupati Bener Meriah, Jumat (13/2/26).
Pantauan GAYOExpost, Dalam arahan dan sambutannya, Tagore menegaskan tidak boleh ada kutipan dalam penyaluran bantuan. “Tidak ada kutipan. Jika ada, laporkan, maka akan saya pecat,” tegasnya terkait bantuan rehab rumah rusak berat dan ringan.
Ia juga mengingatkan agar ke depan tidak ada lagi praktik korupsi, termasuk Dana BOS. Jika ditemukan pelanggaran, masyarakat diminta segera melaporkan.
“Dana ini mutlak hak penerima. Jika ada penghambat, laporkan. Jangan ada permainan. Hati-hati agar daerah ini tetap sejuk dan tidak ada korupsi lagi,” ujarnya.
Sebanyak 194 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi pada 26 November 2025 akhirnya menerima bantuan stimulan tahap I dari pemerintah pusat untuk memperbaiki rumah mereka.
Para penerima terdiri dari 115 KK korban rumah rusak ringan (RR) dan 79 KK korban rumah rusak sedang (RS). Pemerintah mengalokasikan bantuan Rp15 juta untuk rumah rusak ringan dan Rp30 juta untuk rumah rusak sedang.
Total anggaran yang diterima Kabupaten Bener Meriah untuk penanganan rumah rusak akibat bencana hidrometeorologi Siklon Senyer mencapai Rp4.095.000.000, dengan rincian Rp1.725.000.000 untuk rumah rusak ringan dan Rp2.370.000.000 untuk rumah rusak sedang.
Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis oleh Tagore bersama Wakil Bupati Armia di Aula Pendopo Bupati Bener Meriah.
Dalam sambutannya, Tagore menegaskan bantuan harus disalurkan secara transparan tanpa potongan dalam bentuk apa pun. Ia meminta seluruh pihak menjaga kepercayaan masyarakat yang sedang berjuang memulihkan kehidupan pascabencana.
“Bantuan ini adalah hak masyarakat. Tidak boleh ada pemotongan, tidak boleh ada permainan. Jika ada yang mencoba melakukan korupsi, laporkan. Kami akan tindak tegas,” ujarnya.
Tagore juga meminta Bank Syariah Indonesia (BSI) sebagai penyalur bantuan agar tidak mempersulit proses pencairan dana, sehingga bantuan dapat segera dimanfaatkan masyarakat untuk memperbaiki rumah.
Kepada para penerima, ia berpesan agar dana stimulan digunakan sesuai peruntukannya.Bantuan ini disebutnya bukan sekadar angka, melainkan bentuk kepedulian negara terhadap warga terdampak bencana.
Terkait warga yang belum menerima bantuan, Tagore menjelaskan pendataan masih terus diperbaiki. Warga yang belum terakomodasi pada tahap pertama akan diusulkan menerima bantuan pada tahap II.
REDAKSI

