Foto warga Krisis Air Bersih. (Ist)
SUBULUSSALAM (GAYOExpost.com)- Krisis air bersih yang melanda permukiman warga di Kampong Lae Ikan, Kecamatan Penanggalan, Kota Subulussalam, telah memasuki bulan ke-7. Masyarakat setempat mengungkapkan kekecewaan dan frustrasinya terhadap kinerja Pj Kepala Kampong, Budi Karman Triono, yang dinilai lamban dalam menyelesaikan permasalahan tersebut.

Meskipun Pemerintah Kota Subulussalam dan Badan Pertanahan Nasional (BPN) telah melakukan peninjauan lapangan dan penetapan batas, namun realisasi penyelesaian krisis air bersih masih belum terlihat. Masyarakat pun semakin kehilangan harapan.
“Selama 7 bulan, kami tidak pernah merasakan ada upaya serius dari Pj Kepala Kampong untuk menyelesaikan masalah air bersih ini. Dia seolah-olah tidak peduli dengan penderitaan kami,” kata Saiman Berutu, Ketua Badan Permusyawarahan Kampong (BPK) Lae Ikan Senin, 19/1/2026.
Saiman juga menyoroti absennya Pj Kepala Kampong dalam berbagai kegiatan masyarakat, yang membuatnya semakin tidak dipercaya oleh warga. “Kami butuh pemimpin yang benar-benar peduli dengan kebutuhan masyarakat, bukan hanya duduk di kantor saja,” tambahnya.
BPK Lae Ikan telah mengajukan permohonan kepada Walikota Subulussalam untuk mengevaluasi kinerja Pj Kepala Kampong Lae Ikan. “Kami berharap ada perubahan dan solusi nyata untuk menyelesaikan krisis air bersih di Lae Ikan,” kata Saiman.
Pewarta : Joni Bancin

