“Jalan Simpang Lukup Panteraya Dalam Hancur, Pemda Bener Meriah Diduga Tidur Panjang!”

1-3248x1440-4-0-{Wih Pesamû«€s}-0-24#

Jalan Rusak Parah di Simpang Lukup Panteraya Dalam.

 

Bener Meriah (GAYOExpost.com)– Warga Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, kembali meluapkan kekecewaan mereka terhadap pemerintah daerah. Pasalnya, jalan penghubung Simpang Lukup Panteraya Dalam hingga kini rusak parah dan tak kunjung diperbaiki, meski telah bertahun-tahun menjadi keluhan masyarakat.

1-3248×1440-4-0-{Wih Pesam;¤€s}-0-24#

Akses vital ini bukan hanya dilalui warga setempat, tetapi juga menjadi jalur alternatif penting baik dari arah Takengon maupun Bener Meriah. Ironisnya, hingga kini tidak ada tanda-tanda perbaikan berarti dari Pemda.

READ  Layang-Layang Tradisional Warnai Langit Bener Meriah, Warga Tumpah Ruah di Sengeda

Menurut SH, salah seorang warga setempat, kondisi jalan yang berlubang di sisi kanan dan kiri sering menyebabkan kecelakaan.

“Jalan itu sudah banyak memakan korban. Tadi pagi saja, seorang ibu-ibu jatuh di situ. Dulu mobil pengangkut cabai juga pernah terguling karena jalan yang rusak,” ujarnya dengan nada kesal.

READ  TMMD Buka Harapan Baru, Jalan Desa Reje Guru Kini Terhubung ke Perkebunan

 

Warga lainnya, AI, juga mengungkapkan rasa kecewanya karena jalan tersebut merupakan satu-satunya akses utama masyarakat Lukup Sabun untuk menuju pasar dan pusat kegiatan ekonomi di Panteraya.

“Setiap hari masyarakat lewat jalan ini untuk berbelanja dan membawa hasil tani. Harusnya jalan ini justru mendukung pendapatan daerah. Tapi kenyataannya dibiarkan rusak begitu saja,” keluhnya, Kamis (6/11/2025).

 

Pantauan di lapangan menunjukkan, sebagian besar badan jalan berubah menjadi kubangan lumpur dan berlubang dalam, terutama saat musim hujan. Kondisi ini membuat kendaraan roda dua maupun roda empat sulit melintas.

READ  Aktivis Gayo Soroti Kepemimpinan Bupati Aceh Tengah di Tengah Penanganan Bencana

Akibatnya, aktivitas warga terganggu — mulai dari anak-anak yang hendak ke sekolah, hingga petani yang kesulitan membawa hasil panen ke pasar.

Warga berharap, pemerintah daerah segera turun tangan memperbaiki jalan tersebut sebelum kerusakan makin parah dan menimbulkan korban lebih banyaloka

“Kami bukan minta jalan baru, cukup diperbaiki saja. Sudah terlalu lama dibiarkan,” tutup AI dengan nada kecewa.