Foto:Ketua DPRK Bener Meriah. Mhd. Saleh.
REDELONG (GAYOExpost.com) – Isu kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) yang beredar di media sosial memicu kepanikan di tengah masyarakat Kabupaten Bener Meriah dalam beberapa hari terakhir.
Pesan berantai yang tersebar melalui grup WhatsApp dan Instagram menyebutkan bahwa pasokan BBM dari Pertamina terakhir masuk pada Jumat dan belum diketahui kapan akan kembali didistribusikan.
Dalam pesan tersebut tertulis, “Assalamualaikum ibu-ibu, kami baru dapat informasi dari Pertamina. Bagi yang mau mengisi minyak honda, mobil dan lain-lain, isu full boleh pakai jerigen. Kabarnya minyak Pertamina terakhir masuk Jumat dan tidak tahu kapan masuknya lagi. Untuk sembako masih aman, tapi minyak Pertalite, Pertamax dan solar akan langka kembali.”
Informasi yang tidak jelas sumbernya itu langsung memicu kepanikan warga. Masyarakat berbondong-bondong mendatangi SPBU, Pertashop hingga pedagang eceran untuk membeli BBM dalam jumlah besar. Akibatnya, antrean panjang kendaraan terlihat di sejumlah titik pengisian BBM.
Kepanikan tersebut bahkan merembet pada kebutuhan pokok. Sejumlah kios dan grosir dilaporkan diserbu warga yang membeli beras dalam jumlah besar karena khawatir akan terjadi kelangkaan.
Ketua DPRK Bener Meriah, MHD Saleh, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum jelas kebenarannya.
“Pihak Pertamina sudah memberikan klarifikasi bahwa stok BBM aman dan pendistribusian ke Bener Meriah tetap berjalan lancar. Jadi masyarakat tidak perlu panik,” kata Saleh, Jumat (6/3/2026).
Ia menilai antrean panjang di SPBU saat ini lebih disebabkan oleh kepanikan masyarakat yang membeli BBM secara berlebihan. Padahal, jika pembelian dilakukan sesuai kebutuhan, kondisi tersebut tidak akan terjadi.
Menurutnya, panic buying justru merugikan masyarakat sendiri karena memicu antrean panjang dan berpotensi menaikkan harga di tingkat pengecer.
“Kalau masyarakat tidak panik, tentu tidak akan terjadi antrean panjang di SPBU. Begitu juga dengan harga beras dan kebutuhan pokok lainnya yang seharusnya tetap normal,” ujarnya.
Saleh juga mengingatkan pedagang BBM eceran agar tidak memanfaatkan situasi dengan menaikkan harga secara tidak wajar.
“Kami berharap pedagang tidak menjadikan kondisi ini sebagai kesempatan menekan masyarakat dengan harga yang mahal,” tegasnya.
Ia pun mengajak masyarakat Bener Meriah untuk lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terutama yang beredar di media sosial.
“Pastikan dulu kebenaran informasi sebelum mempercayai atau menyebarkannya. Jangan sampai kabar yang belum tentu benar justru membuat masyarakat panik dan merugikan kita semua,” pungkasnya.

