Menemukan Damai dari Dalam Diri, Saat Hati Memilih Tenang

Foto:Samsudin.(Gona).

Opini.

(GAYOExpost.com)— Dalam perjalanan hidup yang tak selalu berjalan mudah, setiap orang pada akhirnya akan sampai pada satu titik untuk berhenti sejenak dan berdamai dengan diri sendiri. Bukan sebagai bentuk menyerah, melainkan kesadaran bahwa ketenangan merupakan pilihan yang lahir dari hati yang tulus dan ikhlas.

Kedamaian tidak berarti hidup tanpa persoalan. Sebaliknya, kedamaian muncul ketika seseorang mampu menerima setiap ujian dengan lapang dada tanpa keluhan yang berlebihan. Ketika hati memutuskan untuk tenang, pikiran menjadi lebih jernih, langkah terasa ringan, dan harapan perlahan menemukan arahnya kembali.
Sering kali manusia terlalu sibuk mengejar berbagai hal di luar dirinya, hingga lupa bahwa kebahagiaan sejati justru tumbuh dari dalam. Ia hadir melalui rasa syukur yang sederhana, sikap saling memaafkan, serta keberanian untuk merelakan sesuatu yang memang bukan menjadi bagian kita.

READ  Puja Kesuma Bener Meriah Salurkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Bandang dan Longsor

Pada akhirnya, hidup bukanlah tentang siapa yang paling cepat mencapai tujuan. Lebih dari itu, hidup adalah tentang siapa yang mampu menjaga hatinya tetap damai sepanjang perjalanan.

READ  Wabup Armia Lantik Pengurus MPD Bener Meriah 2025–2030: Sebagai Berikut Susunannya

Saat hati memilih ketenangan, dunia terasa lebih bersahabat, dan setiap langkah berubah menjadi doa menuju kebahagiaan yang hakiki. Bukan karena menyerah, melainkan karena memahami bahwa ketenangan adalah keputusan yang lahir dari hati yang ikhlas.

Kedamaian bukan berarti tanpa masalah. Ia justru tumbuh dari kemampuan menerima setiap ujian dengan lapang dada tanpa banyak keluhan. Ketika hati tenang, pikiran menjadi jernih, langkah terasa ringan, dan harapan kembali menemukan arah.
Kesibukan mengejar banyak hal di luar diri kerap membuat orang lupa bahwa kebahagiaan sejati berasal dari dalam. Dari rasa syukur yang sederhana, dari kemampuan memaafkan, serta dari keberanian untuk merelakan apa yang bukan milik kita.

READ  Dua Putra Gayo Ukir Prestasi, Lolos Seleksi Sespimma Polri 2025

Sebab pada akhirnya, hidup bukan tentang siapa yang paling cepat sampai pada tujuan, melainkan siapa yang mampu menjaga kedamaian hati di sepanjang perjalanan. Ketika hati memilih tenang, dunia terasa lebih bersahabat, dan setiap langkah menjadi doa menuju kebahagiaan yang sesungguhnya.

 

Ditulis Tingkem, 27 Februari 2026.