Bukan Menghilang, Tapi Mencari Nafkah: Warga Ayun Bergang Tak Tersentuh Bantuan

 

Foto saat meninjau rumahnya beberapa hari yang lalu. (Ist) 

 

TAKENGON (GAYOExpost.com) – Musibah bencana alam yang melanda Desa Ayun Bergang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, tidak hanya memutus akses jalan dan jembatan, tetapi juga menyisakan persoalan sosial bagi sebagian warga terdampak.

Seorang warga Desa Ayun Bergang dilaporkan tidak menerima bantuan bencana alam yang disalurkan pemerintah.

Hal ini bukan disebabkan kelalaian aparat, melainkan karena warga tersebut tidak berada di kampung saat proses pendataan dan pembagian bantuan sembako dilakukan.
Sebelum bencana terjadi, yang bersangkutan pergi ke luar desa untuk mencari rezeki demi mencukupi kebutuhan hidup keluarganya.

READ  Polri Hadir di Tengah Warga: Dampingi Anak Sekolah Menyeberang Sungai dengan Rakit

Namun nahas, saat hendak kembali ke kampung halaman, bencana alam lebih dahulu melanda wilayah tersebut. Akibatnya, akses jalan dan jembatan terputus total sehingga ia tidak dapat segera pulang.

READ  TMMD Aceh Tengah Berakhir, TNI Tinggalkan Warisan Gotong Royong untuk Rakyat

Kondisi tersebut membuat namanya tidak tercatat sebagai penerima bantuan karena secara administratif dianggap tidak berada di lokasi terdampak saat pendataan dilakukan. Padahal, rumah dan anggota keluarganya turut merasakan dampak langsung dari bencana tersebut.

“Ini kan bencana alam, kita tidak pernah tahu kapan terjadinya. Kalau saya tidak keluar mencari rezeki, bagaimana bisa mencukupi kebutuhan sehari-hari untuk anak istri,” ujar warga tersebut dengan nada harap.

READ  Masyarakat Serbu Pasar Murah, Antusiasme Tinggi Warnai Gerakan Pangan Murah di Pegasing

Ia berharap pemerintah dan pihak terkait dapat mempertimbangkan kembali kondisi warga yang terdampak namun belum tersentuh bantuan, serta segera memperbaiki akses jalan dan jembatan agar aktivitas masyarakat kembali normal dan distribusi bantuan dapat menjangkau seluruh warga tanpa terkecuali.

Sementara itu, media ini berupaya melakukan konfirmasi kepada aparatur kampung setempat melalui sambungan telepon seluler pada Jumat (26/12/2025), namun hingga berita ini diterbitkan belum berhasil terhubung.