Kodim Aceh Tengah Dibajak! Kop Surat Dipakai Penipu Pesan 300 Porsi Makanan

 

 

Foto:Surat Palsu

REDELONG (GAYOExpost.com ) – Modus penipuan baru dengan cara memesan makanan dalam jumlah besar menggunakan kop surat Kodim 0106/Aceh Tengah nyaris menjerat Retro Café di Bener Meriah.

Peristiwa itu bermula ketika Mashuri, pemilik Retro Café, pada Kamis (28/8) menerima pesan WhatsApp dari nomor tak dikenal yang mengaku sebagai anggota Kodim Aceh Tengah. Pelaku memesan 300 porsi makanan untuk acara seminar, dengan janji pembayaran dilakukan setelah pesanan sampai ke lokasi.

READ  Jembatan Tenge Besi Lintas Bireuan Takengon Rusak Diterjang Truk Berat, Mobil Dialihkan ke Jalur Lama

Adapun pesanan terdiri dari 100 porsi nasi ayam bakar, 100 porsi nasi ayam goreng, dan 100 porsi nasi ayam penyet, ditambah ongkos kirim, dengan total nilai Rp8,8 juta. Untuk meyakinkan korban, pelaku mengirimkan dokumen purchase order (PO) bernomor SKPO-23827/08/2025 berkop Kodim Aceh Tengah. Dokumen itu dilengkapi tanda tangan fiktif pihak keuangan, logistik, serta Dandim 0106/Aceh Tengah atas nama Letkol Inf Raden Herman Sasmita.

READ  Berkat Kerja Keras, Satgas TMMD ke-126, Akses Masyarakat Sudah Mulai Terbuka Lebar

“Saya langsung curiga karena hanya dihubungi lewat WhatsApp. Saya coba konfirmasi ke beberapa anggota Kodim Aceh Tengah, ternyata pesanan itu tidak benar,” ungkap Mashuri.

Hasil penelusuran menunjukkan, modus serupa sudah terjadi sedikitnya dua kali pada Juli 2025, dengan sasaran pelaku usaha kuliner di Aceh Tengah dan Bener Meriah.

Mashuri kemudian menghubungi langsung Dandim 0106/Aceh Tengah, Letkol Inf Raden Herman Sasmita, yang menegaskan pihaknya tidak pernah melakukan pemesanan makanan dari Bener Meriah.

READ  Polres Bener Meriah Limpahkan Pensiunan PNS Tersangka Korupsi Rp443,4 Juta ke Kejaksaan

“Jangan ditanggapi. Jika ada hal serupa, segera konfirmasi ke satuan sebelum mengambil tindakan,” tegas Dandim.

Kasus ini menambah daftar panjang penipuan menggunakan dokumen resmi palsu yang menyasar para pelaku usaha. Warga diimbau agar lebih waspada dan selalu melakukan verifikasi sebelum memproses pesanan dalam jumlah besar dari pihak yang belum dikenal. (Uri)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *